Loading...
HeadlineRagam

Sebanyak 98 Caleg Perempuan Bertarung di Pemilu Aceh Jaya

BANDA ACEH – Setidaknya pada Pemilu 2014 di Kabupaten Aceh Jaya sebanyak 98 calon legeslatif perempuan akan bersaing untuk merebut 20 kursi yang tersedia.

Aceh Jaya mempunyai empat Daerah Pemilihan (Dapil), masing-masing Dapil 1, (5 kursi), Dapil 2 (5 Kursi), Dapil 3 (5 kursi) dan Dapil 4 (5 kursi).

“Di kabupaten ini, ada 98 calon anggota legislatif perempuan yang akan bersaing pada Pemilu 2014. Mereka berasal di 15 partai politik. Partai Demokrat adalah yang terbanyak mengusung caleg perempuan, dengan jumlah 10 orang. Sementara partai politik yang paling sedikit mengusung caleg perempuan adalah Partai Bulan Bintang (PBB), dengan total caleg perempuan sebanyak 1 orang,” jelas Aryos Nivada, Peniliti dari Jaringan Survey Inisiatif (JSI) pada diksusi media, Kamis (3/10) di Darussalam.

Sementara itu, 7 partai politik mengusung 8 caleg perempuan. Mereka adalah Partai Aceh, Partai NasDem, Partai Nasional Aceh, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Damai Aceh, dan Partai Golkar.

Disusul Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra (7 caleg perempuan), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (4 caleg perempuan), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Hanura (3 caleg perempuan).

“Dari total 98 caleg perempuan, sebanyak 88 orang berdomisili di Dapil mereka. Sementara sebanyak 10 orang tidak berdomisili di Dapilnya. Namun, mayoritas caleg perempuan di Aceh Jaya berdomisili di Aceh. Mereka semua lahir di provinsi Aceh. Hanya satu caleg perempuan yang lahir di “provinsi non-dapil”. Dia adalah Ruhaimi, caleg dari Partai Demokrat (Dapil Aceh Jaya 2). Namun, Ruhaimi berdomisili di Dapilnya,” tambah Aryos.

Menariknya, dari semua caleg perempuan di sana semua beragama Islam. Dari total caleg sebanyak 72 berstatus sudah kawin dan 26 belum kawin.

“Ada 47 yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sementara 25 orang menjadi pengusaha atau wiraswasta dan 1 orang bekerja di swasta. Sisanya tidak menjawab ketika ditanyakan apa profesinya sehari-hari,” jelas Aryos lebih lanjut.

Selain itu kata Aryos, dari caleg perempuan di Aceh Jaya pada umumnya tidak punya pengalaman organisasi, baik organisasi perempuan maupun sayap partai. Hanya 4 orang yang pernah terlibat di organisasi.

“Ini jelas sekali partai politik tidak menjadikan syarat pengalaman organisasi dalam seleksi bakal calon,” kata dosen Politik Universitas Teuku Umar ini.

Bukan hanya itu yang menjadi perhatiannya. Bicara tingkat pendidikan temuan JSI dari 98 caleg perempuan 84 orang lulusan SMA, 11 orang S1, 3 D3, dan 9 orang masih berstatus mahasiswi.

Dia menyimpulkan partai politik tidak begitu mementingkan tingkat pendidikan perempuan yang direkrutnya untuk menjadi caleg.

Sumber: Ajnn.Net

0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news