Loading...
BeritaHeadline

Netralitas Aparat Keamanan di Pemilu Perlu Dikawal

Ada kekhawatiran dari sejumlah pihak aparat keamanan yang seharusnya mengawal jalannya pemilu justru tidak netral. Karena itu netralitas aparat keamanan dalam Pemilu perlu dikawal.

Hal ini disampaikan Aryos Nivada, pengamat politik dan keamanan Aceh dalam diskusi dan deklarasi Pokja Pemantau Netralitas Aktor Keamanan dalam Pemilu, di The Aceh Institute Jumat (14/3).

Kata Aryos ada kalanya aktor keamanan dalam politik bisa mengakibatkan suasana politik menjadi keruh. Tambah Aryos meski pada dasarnya militer tidak boleh berpolitik praktis namun dalam menjalankan fungsi keamanan terkadang mereka bermain di belakang layar.

“Bahkan di Bener Meriah pada Pemilu 2009 lalu ada tentara yang membawa kotak suara. Ini membuktikan militer bermain dalam Pemilu,” tambah penulis buku Wajah Politik dan Keamanan Aceh ini.

Diskusi ini selain menghadirkan Aryos, sebagai pembicara lainnya didapuk Chairul Fahmi Direktur The Aceh Institute dan Yarmen Dinamika wartawan senior di Aceh. Sementara peserta dari kalangan aktivis LSM, mahasiswa dan akademisi.

Menurut Chairul Fahmi peran masyarakat sipil sangat dibutuhkan dalam mengawal proses demokrasi. Dia beranggapan berharap pada aparat keamanan semata tidak akan menjamin terwujudnya Pemilu yang bersih.

“Menjelang pemilu kekerasan meningkat, sementara polisi belum mampu membongkar. Anehnya, jaringan teroris mampu diendus tapi tingkat kekerasan seperti penembakan tidak mampu,” kata Chairul Fahmi.

Memang seperti dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada 3 Maret 2014 lalu, jumlah kekerasan menjelang Pemilu 2014 meningkat dibandingkan Pemilu 2009 dan Pemilukada 2012.

Masih kata Chairul Fahmi, sayangnya kekerasan politik kerap dikategorikan sebagai kriminal murni. “Padahal jelas eskalasi kekerasan meningkat jelang pemilu, begitu pemilu selesai kekerasan menurun,”katanya.

Sementara itu Yarmen Dinamika mengatakan pemberitaan berkaitan dengan polisi, tentara dan netralitas dalam tahun 2014 masih sedikit.

“Saya khawatir belum semua Polres melakukan apel siaga atau simulasi pengamanan pemilu,”kata Redaktur Harian Serambi Indonesia ini. (www.ajnn.net)

0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news