Loading...
Opini

Memperkokoh Eksistensi Pemuda Indonesia

Saban tahun diperingati hari yang mana kekuatan pemuda dituangkan dalam sebuah ikrar/janji pemuda bangsa yang konon katanya nan-jaya ini, kala itu tertuang sebuah narasi yang menunjukkan eksistensi dalam sebuah goresan-goresan tinta yang menjadi kerangka acuan sebuah harapan dan ideologi sakti pemuda saat itu, kini dan nanti.

Berbagai kalangan begitu antusias dan semangat ikut serta menumpah-ruahkan diri ke tempat dimana di peringati momentum khidmad yang begitu istimewa bagi pemuda bangsa indonesia setiap tanggal 28 Oktober secara sesentak di belahan nusantara. Banyak dari mereka yang merasakan momentum ini sebagai wadah refleksi perubahan bagi generasi penerus bangsa, ada juga sebagian lagi yang hanya menjadikan hari “sumpah pemuda” sebagai hari sumpah serapah khususnya bagi sebagian kaum muda yang merasa tersisihkan, dan bahkan ada dibagian lainnya yang mengganggap peringatan hari sumpah pemuda sebagai kegiatan seremonial saja.

Pada hakekatnya peringatan hari sumpah pemuda adalah sebagai wujud bagi seluruh elemen bangsa ini untuk mengulang kembali bagaimana perjuangan untuk menghasilkan buah pikir oleh para konseptor yang telah menuangkan sejumlah harapan, cita-cita “Pemuda Bangsa” sampai kapanpun sang merah putih selalu berkibar di puncak tertinggi. Semangat dari cita-cita bangsa ini mengamanahkan bahwa negara yang telah merdeka 70 tahun yang lalu tidak akan mungkin terpisah dari peran pemuda dalam menjunjung tinggi martabat bangsa bahkan di mata dunia.

Persentase jumlah pemuda dari jumlah keseluruhan penghuni bumi pertiwi saat ini bukan hanya sekedar hitungan angka statistika nasional belaka, tetapi bagaimana perlakuan atas kuantitas dari angka pasti tersebut. Hadirnya program yang mengatasnamakan pemuda bukan hanya dijadikan sebagai motivasi untuk memberikan kepuasan bagi kaum muda umumnya, tapi pada dasarnya tidak tepat sasaran. Integritas pemuda tidak hanya berdiri tegak di atas orientasi nominal, tetapi bagaimana seluruh elemen turut berpartisipasi memperkuat kredibilitas pemuda untuk memperkokoh tegaknya pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Asumsi publik saat ini sangat bervariasi dalam memberikan penilaian terhadap nasib pemuda bangsa saat ini, entah apa yang ada dalam benak rakyat sekitar dalam memberikan apresiasi dalam bangsa ini, sebagai seorang pemuda sangat miris jika merasakan bahwa masih banyak dari kita yang alergi kepada pemuda, bahkan banyak diantara kita yang memberikan kriteria buruk untuk para generasi penerus bangsa ini. Tak salah memang, banyak bagian dari teman-teman seperjuangan yang belum mampu menunjukkan predikat gemilang di mata masyarakat, juga tak sedikit dari kami yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa bahkan di mata dunia.

Dalam kurun waktu 87 tahun  sudah nasib  pemuda indonesia menjalani kiprahnya dibalik hadirnya ikrar, namun jika kita perhatian secara seksama sampai saat ini, belum ada hitung-hitungan pasti yang menunjukkan berapa prosentasi keberhasilan penyelenggaraan Pemerintahan jika didalamnya terdapat peran pemuda, sehingga pemuda juga punya peran dalam mengantarkan bangsa ini untuk mencapai puncak dalam memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya.

Kehadiran pemuda hendaknya diharapkan mampu memecah kebuntuan yang tengah dihadapi bangsa ini dan memberikan peluang bagi pemuda untuk melancarkan ruang gerak yang lebih leluasa dalam memikirkan nasib bangsa ini yang semakin lama akan semakin kompleks dibalik stabilitas ekonomi, sosial dan politik yang menjadi tantangan kedepan. Peran yang harus segera diambil bukan hanya oleh Pemerintah, melainkan seluruh stakeholder terkait, walaupun sering kali warwah pemuda bangsa tercoreng akibat ulahnya sendiri. Tak jarang pemuda kehilangan arah akibat kehilangan social control dari keadaan sekitar.

Pemuda tak lebih adalah sosok manusia yang masih rentan terhadap ideologi-ideologi baru dan mudah terserang oleh akulturasi yang ingin mencari keuntungan dan kepuasan pribadi yang mendompreng label pemuda, sehingga tatanan kearah yang hampir dan semakin baik ini akan mudah tercemar akibat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Disini dapat terjawab apa sebenarnya peran pemuda dalam membangun/ menata stabilitas nasional pada umumnya.

Kehadiran dan sentuhan Pemerintah akan hadirnya organisasi kepemudaan tak cukup memberikan tingkat kepuasan begitu saja bagi pemuda dalam menjawab isu tatanan kehidupan sosial, disamping regulasi kepemudaan yang belum mampu mengatur secara temporer untuk memecahkan akar permasalahan pemuda indonesia, masih banyak suara-suara pemuda yang belum terdengar sampai pada kanca politik bangsa saat ini.

Stigma pemuda dimata masyarakat agaknya perlu pemulihan secara totaliitas, walaupun hal ini tak semudah seperti apa yang diharapkan. Perlu sinkronisasi dan harmonisasi secara tepat dan berkesinambungan antara Pemerintah/ stake holder, organisasi kepemudaan dan pemuda khususnya secara luas. Penguatan ditubuh kepemudaan itu sendiri yang dinilai sangat berperan aktif dalam proses mencari jati diri pemuda yang sebenarnya dan berintegritas, jika aspek ini tidak tertempa dengan baik maka akan mengganggu kesiapan pemuda dalam menggapai cita-cita dalam mempertahankan integritas pemuda bangsa.

Pemuda sebagai Masyarakat Hukum
Budaya hukum yang saat ini sedang diperankan oleh berbagai kalangan di negara ini juga memberikan pengaruh penting terhadap nilai-nilai sosial pemuda, kalangan atas sering memberikan contoh yang kurang terpuji dalam memerankan adegannya sebagai kaum yang dianggap lebih dari sisi finansial dan pendidikan. Indikasi diskriminasi masih saja sering menghantui kalangan muda yang diasumsikan sebagai makhluk yang masih belum memiliki kepedulian/ kesadaran hukum secara prima. Banyak dari kaum muda yang mendapat perlakuan yang tak seyogyanya jika tesandung masalah hukum, akibat ketidaktahuannya mengenai hak-hak yang melekat dalam dirinya.

Kearifan pihak terkait hendaknya harus menyeimbangkan dengan kegiatan sosialisasi terkait masih banyaknya kebutaan-kebutaan hukum yang terjadi di kalangan pemuda. Kasus-kasus kriminal yang terjadi di sekeliling kita pun tak jarang harus menyeret nama baik pemuda diakibatkan oleh kebutaan pemuda terhadap hukum. Angka kriminal yang masih sering terlibat pemuda tak terlepas dari tuntutan sosial dan ekonomi yang kian hari kian mengkhawatirkan. Keterbatasan lapangan pekerjaan yang membuat kebuntuan sulit terpecahkan dan tak jarang mereka harus mengambil jalan pintas, tak jarang dari mereka yang harus menjadi penonton dikarenakan kualifikasi pendidikan yang kurang memadai.

Inilah fenomena pemuda yang sangat sulit dipecahkan, himpitan ekonomi dan lepasnya kontrol sosial merupakan tanggung jawab bersama selain Pemerintah yang harusnya menjadi tonggak awal dalam usaha menjadikan pemuda memilik budaya hukum sebagai bagian dari penerus bangsa. Equality before the law  diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin mencari keadilan termasuk pemuda didalamnya, tidak ada lagi isu yang dapat mendiskreditkan nama baik pemuda bangsa dimata dunia sekalipun, kita semua adalah sama dihadapan hukum.

Pemuda dalam Mental, Budaya dan Moralitas
Peringatan sumpah pemuda ini harusnya dapat kita jadikan momentum istimewa untuk lebih sensitif dalam menumbuhkan kepekaan sosial pemuda, wujud bahwa pemuda juga memiliki peran dan tanggung jawab sebagai makhluk sosial dan berada di tengah masyarakat luas. Secara konstitusi hak-hak pemuda sangat jelas dilindungi dan terbingkai oleh hirarki perundangan, namun sampai detik ini belum banyak diantara teman-teman sejawat dan seperjuangan yang merasa haknya masih terbelenggu dikarenakan keterbatasan oleh akses informasi dan informasi oleh Pemerintah.

Jika kepedualian terhadap nilai sosial dan degradasi moral yang semakin memprihatinkan, maka akan semakin sulit pula kebangkitan pemuda dalam menyongsong cita-cita bangsa dan angan tertingginya untuk menghadapi era globalisasi yang akan semakin sulit kedepan. Prilaku dan etika merupakan modal besar dalam perhelatan hebat pemuda dalam menyingsing lengan baju. Kita perlu beradu otot dalam menghadapi ini semua, pikiran kita masih dapat kita tempatkan pada tempat yang seharusnya kita berada, bukan mentok harus kepada siapa yang ingin memanfaatkan kita untuk mengambil keuntungan pribadi semata.

Mari kita mulai dengan menumbuhkan kesadaran kita dalam membangun paradigma baru sebagai pemuda yang berkualitas dan intelektual dengan membuang semua egosentris yang ada dalam benak kita, mari bangun dari tidur panjang kita dari anggapan publik bahwa pemuda indonesia adalah pemuda malas. Masih sangat banyak disekeliling kita yang menanti uluran tangan dan hasil pikir kita bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Merapatkan barisan merupakan langkah utama yang harus kita jangkau saat ini juga, jangan biarkan hiruk-pikuk politik mengganggu konsentrasi kita untuk memecahkan kebuntuan yang sedang kita rasa saat ini.

Elaborasi antara pemuda khususnya dengan Pemerintah perlu ditingkatkan guna menciptakan iklim kerja yang baik dan wajar untuk pemuda bangsa ini. Salah satunya pemerintah perlu menyiapkan  bekal bagi pemuda berupa Soft Skill maupun Hard Skill  disamping iklim kerja yang sudah memadai, bagi pemuda itu merupakan senjata utama dalam meminimalisir segala isu buruk tentang eksistensi kaum muda. Perlahan mari kita rubah paradigma bahwa pemuda itu bukanlah makhluk yang menyeramkan dan untuk ditakuti bagi siapa saja walau banyak dari kami yang masih sering kehilangan arah, kami ini dihibernasikan oleh sistem yang tak jelas tujuan dan maksud. Kami merupakan bagian dari kumpulan kehidupan yang komunal yang ingin mengarahkan langkah kami kearah yang lebih baik lagi kedepan dengan peran aktif dari berbagai elemen bangsa ini, sekaligus berguna bagi nusa dan bangsa ini. Serahkan kepercayaan ini dipundak kami, niscaya kami akan membantu menopang tegaknya pilar bangsa ini. (Syahzevianda)

Penulis adalah Pemuda Aceh Tamiang berdomisili di Banda Aceh
Dan Sedang Menempuh Studi di Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala,
email: syahzevianda@mhs.unsyiah.ac.id.

0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news