Loading...
Press Release

Diskusi Publik; Refleksi Akhir Tahun 2018 dan Proyeksi Tahun Politik 2019.

Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala menginisiasi diskusi publik berkaitan denganrefleksi tahun 2018. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 28 September 2019 ini mengusung berbagai topik dan menghadirkan para pakar dari berbagai bidang untuk me-review kembali capaian di tahun 2018, serta meneropong arah pembangunan di tahun 2019.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Samsul Rizal akan menjadi pembicara dalam diskusi ini yang akan fokus me-review di bidang pendidikan dan pembangunan daerah. Di tahun 2018, Kemendagri menetapkan Kota Jantho (Aceh Besar) sebagai lokasi Kampus Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) untuk regional Aceh. Kota Jantho terpilih sebagai lokasi Kampus IPDN regional Aceh, karena dinilai lokasinya yang memenuhi kriteria yang ditetapkan kemendagri. Dua kota lain juga turut dicalonkan, yaitu Bireuen dan Sabang dinyatakan tidak memenuhi kriteria penilian Tim Kemendagri. Selanjutnya Pembangunan Jalan Tol Lintas sumatera yang resmikan oleh presiden Joko Widodo. Komitmennya membangun infrastruktur jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 kilometer, akan terhubung hingga ke Bakauheni, Lampung. Dengan biaya konstruksi Rp 8,99 triliun, tol yang juga merupakan Proyek Strategis Nasional ini ditargetkan akan selesai dibangun pada akhir tahun 2021.

Agenda yang akan dilangsungkan di Ruang Senat Rektorat Universitas Syiah Kuala ini turut dihadiri oleh Dr. Otto Syamsuddin Ishak yang pernah menjadi komisioner Komnas HAM Indonesia. Dr. Otto Syamsuddin Ishak akan memberikan refleksi akhir tahun di bidang sosial kemasyarakatan. Musibah tahunan yang menimpa rutin terhadap masyarat yaitu banjir masih menjadi masalah pembangunan dan Sosial. Dalam permasalahan banjir ini, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib bahkan menetapkan status darurat banjir untuk daerahnya pada November 2018.

Isu Politik dan Keamanan yang begitu hingar-bingar di tahun 2018, akan direview oleh Peneliti Jaringan Survei Indonesia (JSI) Aryos Nivada, MA. Penangkapan Gubernur Aceh Non-aktif Irwandi Yusuf oleh komisi anti rasuah telah menghiasi headline setiap media di propinsi ini. Dampak suksesnya KPK dalam memberantas korupsi, turut mengilhami pihak keamanan Aceh dalam memberantas peredaran narkoba dan ganja. Terdapat dua prestasi besar yang ditorehkan sepanjang tahun 2018, disamping juga terdapat beberapa prestasi kecil lainnya. Pertama, Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh berhasil mengungkap kasus narkoba dalam partai besar dengan penangkapan 5.000 butir pil ekstasi pada 2 September 2018 lalu. Dan yang kedua, pada Desember 2018. Tim gabungan dan anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara berhasil mengamankan 130 kilogram ganja yang tengah diselundupkan oleh oknum petugas kepolisian dengan menggunakan mobil patroli Sabhara. Tampaknya catatan ini menjadi penting dalam tinjauan akhir tahun 2018 ini.

Isu ekonomi dan perkembangan Industri di tinjau oleh pakar ekonomi dari universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi. M.Econ. Perkembangan pariwisata aceh dan industri kreatif menjadi catatan yang dapat di acu untuk kelanjutan pembagunan di tahun 2019. Dengan besaran anggaran yang mencapai 17 Triliun dan telah diusulkan untuk menjalankan 15 program unggulan pemerintah aceh. Teropong ekonomi ini akan turut mewarnai diskusi publik yang akan di pandu oleh Dr. Hendra Syahputra dari UIN Ar-raniry.

Rangkain peristiwa yang mewarnai perjalanan tahun 2018 haruslah menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi pemerintah dalam menyusun proyeksi pembangunan lewat resolusi-resolusi yang lebih mutakhir di tahun 2019. Ditambah lagi, tahun ini akan menjadi tahun yang spesial dimana rakyat Indonesia akan menentukan arah nasibnya kedepan melalui Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai diskusi publik ini, dapat menghubungi Romi, 082274930533, Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Banda Aceh.

0Shares

Hit Counter provided by technology news