Loading...
BeritaBreaking News

5 Fakta Menarik Pelantikan Bambang Soesatyo

Sidang paripurna DPR. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
Bambang Soesatyo (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Bambang Soesatyo (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

jsithopi.org – Politikus Golkar Bambang Soesatyo atau yang biasa disapa Bamsoet resmi menjabat sebagai Ketua DPR yang baru. Ia dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, di sidang paripurna DPR, Senin (15/1).
Selain dilantik karena menggantikan poisisi mantan Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa kasus mega korupsi e-KTP, ada banyak hal menarik yang terjadi saat pelantikan Bamsoet kemarin. Berikut kumparan (kumparan.com) rangkum lima fakta menarik terkait pelantikan Bamsoet di sidang paripurna DPR yang dipimpin oleh tiga pimpinan DPR yakni Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, dan Fahri Hamzah.

1. Tak dihadiri 253 anggota DPR

Sidang paripurna DPR. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
Sidang paripurna DPR. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Dari 560 anggota DPR, jumlah anggota dewan yang hadir dalam pelantikan Bamsoet sebanyak 250 orang. Dalam absensi saat bel paripurna dimulai pada pukul 16.40 WIB, tampak sudah ditandatangani oleh 250 dari 560 anggota DPR. Ditambah yang izin, maka kuorum dihitung 307 orang.
“Menurut catatan daftar hadir, telah ditandatangani oleh 307 dari 560 anggota DPR RI, dan dihadiri oleh seluruh fraksi. Dengan demikian kuorum telah tercapai,” ucap Wakil Ketua DPR Agus Hermanto yang memimpin rapat.

2. Tiga kali salah mengucap sumpah

Bambang Soesatyo (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Bambang Soesatyo (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam pelantikan Bamsoet adalah saat momen pengucapan sumpah. Pada momen tersebut, Bamsoet sempat salah ucap sumpah yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali sampai 3 kali.
“Saudara wajib bersumpah sesuai agama Islam, apakah Saudara bersedia?” tanya Hatta Ali saat pelantikan di ruang rapat paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/1).
Bamsoet pun menjawab bersedia. Dan mengikuti sumpah yang dibacakan oleh oleh Hatta Ali. Pada awal pembacaan sumpah, Bamsoet tampak lancar mengikutinya dengan baik.
Tetapi, di pertengahan Bamsoet beberapa kali salah ucap. Petikan sumpah yang salah diucapkan adalah di bagian, “serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.”
3. Bamsoet Dorong Sinergi dengan KPK-Polri-Kejaksaan
Golkar resmi memilih Bambang Soesatyo Ketua DPR (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Golkar resmi memilih Bambang Soesatyo Ketua DPR (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua DPR, Bamsoet menyoroti beberapa hal seperti soal korupsi dan juga citra negatif di lembaganya.
“Salah satu pokok soal yang harus kita perhatikan dengan baik adalah masalah korupsi. Terus terang, dalam soal ini, di dalam masyarakat sudah berkembang sebuah citra yang sangat negatif terhadap DPR RI. Kita harus menyadari hal ini serta melakukan langkah-langkah mendasar untuk mengubahnya, terutama dimulai dari diri dan ‘rumah’ kita terlebih dahulu,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/1).
Bamsoet juga menjelaskan dirinya ingin agar lembaga DPR bisa diperkuat serta bisa mensinergikan DPR dengan tiga lembaga hukum negara. Dengan sinerginya DPR dengan tiga lembaga hukum negara itu diharapkan bisa membuat Indonesia menjadi negara bersih dari korupsi.
4. Janji tak akan bikin gaduh di tahun politik
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Setelah resmi dilantik, Bamsoet menargetkan akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang tersisa di DPR, salah satunya Pansus Angket KPK. Selain menyelesaikan itu, Bamsoet juga berjanji akan menjaga suasana politik di DPR. Terlebih lagi memasuki tahun politik, Bamsoet akan menjaga keteduhan suasana politik di parlemen.
“Yang terpenting adalah bagaimana menjaga suasana politik di DPR ini dalam menghadapi peristiwa politik besar, pilkada serentak yang sebentar lagi akan kita hadapi dan kemudian pileg dan pilpres. Ya tahun depan. Sehingga tugas saya adalah menjaga keteduhan suasana politik di DPR ini,” ucap Bamsoet.

5. Selesaikan rekomendasi Pansus Angket KPK

https://alibaba.kumpar.com/kumpar/image/upload/c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_progressive,fl_lossy,w_800/ulevbrwvs3wfuxj1xt1k.jpg

Golkar resmi memilih Bambang Soesatyo Ketua DPR (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Usai dilantik, Bamsoet mengaku, ada dua hal yang akan menjadi fokus kerjanya usai dilantik Ketua DPR. Di antaranya adalah menyangkut Pansus Angket KPK dan UU MD3.
“Ada dua pokok fokus kerja yang akan saya selesaikan saat menjadi Ketua DPR. Satu adalah menyelesaikan kesimpulan dan rekomendasi hak angket pansus KPK. Kedua, menyelesaikan UU MD3 yang selama ini tertunda,” tutur Bamsoet.
Dia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kader khususnya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto karena telah ditunjuk sebagai Ketua DPR. Dia juga tak lupa meminta restu dan doa kepada seluruh pihak.
“Sehingga ke depan suasaana DPR ini menjadi lebih harmonis. Demikian mohon doa restu,” tutup Bamsoet.(sumber: kumparan.com)
0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news