Loading...
BeritaHukumPemilu & DemokrasiPilkada

PAN Minta Revisi UU MD3 Mencakup Periode 2019-2024

Yandri Susanto (Foto: Fahria Saleh/kumparan)
jsithopi.org – Tak hanya itu, ia berharap pengambilan keputusan revisi UU MD3 tidak dilakukan melalui voting. Hal ini perlu dilakukan agar tidak membuat citra DPR semakin buruk di mata publik karena dianggap memperebutkan kursi pimpinan.

“DPR akan dianggap hanya bagi-bagi kekuasaan-kekuasaan saja karena ketika tidak terjadi musyawarah yang sejatinya itu ditempuh, lalu dilakukan voting. Saya kira itu kurang elok untuk ditonton masyarakat,” katanya.
Yandri mengakui, hingga saat ini masih terjadi tarik menarik antara beberapa fraksi terkait penambahan pimpinan DPR maupun MPR. Sementara pemerintah, menurutnya, hanya menginginkan penambahan satu pimpinan saja, baik untuk DPR maupun MPR.

Karenanya, ia meminta fraksi-fraksi tersebut bermusyawarah dengan baik agar terjadi kesepakatan di revisi UU MD3.
“Kalau misalkan ada tarik menarik antara PDIP, PKB, PPP atau fraksi lain saya kira akan menjadi alot kembali pembahasannya dan itu tidak elok ditonton publik seolah-olah DPR hanya memperebutkan posisi posisi strategis,” pungkasnya
Tak hanya itu, ia berharap pengambilan keputusan revisi UU MD3 tidak dilakukan melalui voting. Hal ini perlu dilakukan agar tidak membuat citra DPR semakin buruk di mata publik karena dianggap memperebutkan kursi pimpinan.
“DPR akan dianggap hanya bagi-bagi kekuasaan-kekuasaan saja karena ketika tidak terjadi musyawarah yang sejatinya itu ditempuh, lalu dilakukan voting. Saya kira itu kurang elok untuk ditonton masyarakat,” katanya.
Yandri mengakui, hingga saat ini masih terjadi tarik menarik antara beberapa fraksi terkait penambahan pimpinan DPR maupun MPR. Sementara pemerintah, menurutnya, hanya menginginkan penambahan satu pimpinan saja, baik untuk DPR maupun MPR.
Karenanya, ia meminta fraksi-fraksi tersebut bermusyawarah dengan baik agar terjadi kesepakatan di revisi UU MD3.
“Kalau misalkan ada tarik menarik antara PDIP, PKB, PPP atau fraksi lain saya kira akan menjadi alot kembali pembahasannya dan itu tidak elok ditonton publik seolah-olah DPR hanya memperebutkan posisi posisi strategis,” pungkasnya.(Sumber:kumparan.com)
0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news