Loading...
BeritaBreaking NewsFokus PilkadaPemilu & DemokrasiPilkada

JSI: IYL-Cakka Ungguli Tiga Kandidat Cagub Lainnya

img_5836-696x464jsithopi.org – Lembaga survei dan pemenangan nasional, Jaringan Suara Indonesia (JSI) membocorkan data survei untuk Pilgub Sulsel yang pengambilan datanya dilakukan Februari 2018.Makassar (29/03/2018)

Saat tampil sebagai pidato seri diskusi politik yang digelar Komunitas Jurnalis Politik Makassar, di Pojok Press Warkop, Jalan Pengayoman, Kamis (29/3) siang, JSI mengurai posisi 4 pasangan.

Direktur Jaringan Suara Indonesia (JSI), Fajar S Tamin menyebutkan, jika pemilihan gubernur dilaksanakan pada saat ini, maka posisi paling tinggi akan diarahkan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar.

Sementara di posisi kedua adalah pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Di posisi ketiga dan ketiga masing-masing diraih oleh pasangan Nurdin Halid – Azis Qahhar Mudzakkar (NA-Azis) dan pasangan Agus Arifin Numang – Tanribali Lamo (AAN – TBL).

“Di hasil survei kami di Februari, posisinya seperti itu. IYL-Cakka paling atas, dan disusul NA-ASS, NH-Aziz dan Agus-TBL, ”kata Fajar S Tamin.

Meski demikian, Fajar memilih tidak menyebut angka atau persentase elektabilitas masing-masing kandidat. Alasannya hal itu hanya untuk konsumsi internalnya.

Soal pemilih yang belum memutuskan sikap, angkanya juga semakin menurun. Saat ini sisa sekira 12 persen, ditambah 2 persen lebih yang tidak memberi jawaban.

“Jadi masih ada sekira 15 persen pemilih yang diberikan diperebutkan oleh empat kandidat di Pilgub,” sebut Fajar S Tamin yang tampil bersama dengan Direktur Riset CRC dan kalangan akademisi.

Menurut Fajar, survei yang digunakan hanya akan menghasilkan data saat itu. Sisa masih bisa mengubah persepsi masyarakat, termasuk setelah dilaksanakan debat kandidat, Rabu (28/3) malam.

Selain itu, JSI juga menyatakan jika dilakukan simulasi, maka ada satu nama jika dihilangkan, suaranya akan beralih ke IYL-Cakka.

“Namun jika IYL – Cakka dihilangkan, maka suara akan berpihak kepada pasangan NA – ASS. Jadi bisa di simpulkan bahwa memang prioritas pindahan itu memang memilih pasangan IYL -Cakka, ”terang Fajar.

Data lain yang disampaikan JSI yaitu jumlah pemilih modern dan tradisional. Dikatakan Fajar, di Sulsel ini ada sekira 40 persen pemilih tradisional yang akan memilih berdasarkan kepribadian kandidat. Sementara pemilih modern hanya tampil 24 persen, yang akan memilih lewat potensi kandidat.

Manajer Riset Celebes Research Center (CRC), Wahyuddin menambahkan, saat ini sangat sulit untuk mengubah pilihan pemilih hanya dengan program.

“Meski proporsi telah menawarkan beberapa program, itu masih akan sulit untuk mengubah pilihan rakyat di Pilkada,” demikian kata Wahyuddin. (*)

0Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Hit Counter provided by technology news